Success

Rahasia Sayyidul Istighfar Bacaan Bersama Arti Sayyidul Istighfar

Rahasia Sayyidul Istighfar

Oleh Ustadz DR. Firanda Andirja, MA. (Artikel pada, Buku Syarah Kitabul Jami’)

وَعَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيِّدُ اَلِاسْتِغْفَارِ أَنْ يَقُولَ اَلْعَبْدُ اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ اَلذُّنُوبَ إِلَّا أَنْت.َ  أَخْرَجَهُ اَلْبُخَارِيُّ

“Dari Syaddad Ibnu Aus radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Permohonan pembebasan (istighfar) yang amat utama adalah seorang hamba mengeja (ialah = Ya Allah Engkaulah Tuhanku tak terdapat sesembahan yang berhak disembah selain Engkau yg sudah pernah membangun diriku awak hamba-Mu kami berkelanjutan mampu berarti (maksud) kelompok-Mu dan perjanjian-Mu mumpung aku berhasil aku berlindung pada-Mu sejak kejahatan yg awak perbuat awak bersedia dan menerima kepada-Mu bersama lezat yang Engkau berikan kepadaku aku menanggung kepada-Mu dan dosaku dan sampai-sampai ampunilah beta gara-gara tiada yang hendak memaafkan maksiat kecuali Engkau).” ([1])

Sayyid adalah direksi atau yg terdepan. Hadits ini menampakan bahwa pola wirid istighfar itu banyak tapi lafaz inilah yg terbaik. Di ganggang lafal istighfar Di antaranya, Lafal,

أَسْتَغْفِر ُاللهَ

رَبِّ اغْفِرْ لِي

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ اْلغَفُوْرُ، أو التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

“Tuhanku! Ampunilah beta lagi berilah Tobat kepadaku, sesungguhnya Engkaulah Maha Penerima Tobat lagi Maha Pengampun, (ataupun) Maha Penerima Tobat dengan Maha Pengasih”

Dan bunyi-bunyi lainnya, dan sampai-sampai hendaknya seorang Perhatian beserta istighfar ini. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,

اسْتِغْفارُ الإِنْسانِ أَهَمُّ مِنْ جَميعِ الأَدْعيَةِ

“Istighfar seorang lebih baik bermula semua doa.” ([dua])
US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US
Perhatikanlah macam mana Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk beristighfar jatah umatnya. Allah ﷻ berfirman,

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

“Maka ketahuilah, maka tidak ada yang kuasa (yg patut disembah) kecuali Allah beserta mohonlah pembebasan atas dosamu beserta beserta (salah) perseorangan-pribadi mukmin, pria dan gadis.” ([3])

Demikian pula bagaimana para malaikat waktu meratibkan maaf jatah kontingen mukminin. Allah berfirman,

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا

“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy beserta (malaikat) yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan menyanjung Tuhannya lagi mereka beriktikad pada-Nya dan memohonkan lepas bagi diri-orang yang berkepercayaan.” ([4])

Ini seluruh menerangkan bahwasanya istighfar yaitu doa yg gemilang. Bahkan dalam shalat melimpah teksyg mengandung istighfar. Di antaranya dalam permohoan istiftah,

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

“Ya Allah, jauhkanlah celah aku beserta maksiat-kesalahanku, begitu juga Engkau menjauhkan ganggang timur bersama barat. Ya Allah, bersihkanlah awak pada, syirik-kesalahanku sebagaimana busana putih dibersihkan berawal noda. Ya Allah, cucilah beta mulai salah-kesalahanku lagi enceran, salju dengan uap air).” ([lima])

Di berisi permintaan tersebut mengandung pola istighfar kepada Allah. Demikian pula batin (hati) teksrukuk lagi sujud,

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى

“Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, pengenalan jatah-Mu, ampunilah awak.” ([6])

Di dalam pujian(Tuhan) beristirahat Di jarak rangkap sujud,

رَبِّ اغْفِرْ لِي

Bahkan selepas shalat zikir-zikirnya pula bersama istighfar. Ini semua menunjukkan maka istighfar artinya wirid yang benar-benar hebat. Hendaknya setiap muslim menggandakan melisankan istighfar, sebagaimana Nabi jua menggandakan istighfarnya. Nabi ﷺ jua bersabda,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّي أَتُوبُ فِي الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ

“Wahai sekalian insan. Tobatlah (beristigfar) kepada Allah karena awak terus bertobat pada-Nya dalam sehari beberapa 100 sungai.” ([7])

Di berisi hadits yg lain, Nabi mengungkapkan dekat-dekat keutamaan berjibun beristighfar,

طُوبَى لِمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيرًا

“Keberuntungan jatah seseorang yang mendapati berjibun istighfar pada lembar katebelece amalannya.” ([8])

Di renggangan bunyi istighfar yg benar-benar cukup untuk diamalkan yakni sayyidul istighfar.

خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ

“Engkau yg sudah pernah membentuk diriku aku hamba-Mu”. Kalimat ini artinya kalimat pengesahan beserta penghambaan pada Allah. Sebagian ulama contohnya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah([9]) bersama juga dikuatkan oleh Syaikh Ibnu ‘Utsaimin([10]) mengungkapkan maka lafal وَأَنَا عَبْدُكَ mampu diganti وَأَنَا أَمَتُكَ andai yang mengucapkannya ialah dara.

“pada bersama iktikad-Mu” yakni ijab jatah bederma saleh lalu mengabaikan dosa.

“lalu amanah-Mu” adalah Allah berkomitmen hendak memaafkan hambanya yg bersalah.

“saat awak dapat” artinya iktikad taat tadi sesuai ketentuan karena adakala badan tadi tidak mampu, sesekali dikuasai sang hawa daya hidup, alias adakala terjerat oleh syubhat.

أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ

“aku berlindung kepada-Mu berawal karas hati yg aku perbuat” adalah berlindung mulai akibat syirik tersebut, lantaran syirik niscaya ada sehingga. Akibat mulai syirik setidaknya hendak membuat hati jadi kaku, sekitar kenyamanan dicabut, dan berikutnya. Sehingga sang hamba tadi berkeyakinan dosanya dengan segera berlindung sejak dosanya supaya tidak menimpa jagat lalu agamanya.

أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ

“awak mengaku kepada-Mu lalu lezat yang Engkau berikan kepadaku.” Nikmat pada sini meliputi semua tipe lezat cantik lezat keduniaan maupun lezat kepercayaanberupa ketenteraman, keimanan, gerak beribadah, lalu lain-lain.

وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي

“awak memenuhi kepada-Mu bersama dosaku”. Al-Khaththabi menyampaikan,

تَقُوْلُ الْعَرَبُ بَاءَ فُلَانٌ بِذَنْبِهِ إِذَا احْتَمَلَهُ كُرْهًا لَا يَسْتَطِيْعُ دَفْعَهُ عَنْ نَفْسِهِ

“Orang Arab sekiranya mengungkapkan ba’a fulan bidzanbihi yakni dirinya memangku dosanya berbobot syarat tidak suka akan tetapi dirinya tak menemui mengelakkan kesalahan tersebut.” ([11])

Dia ingat maka itu adalah maksiat, dirinya tahu bahwa itu carut, namun dirinya tak menemui meninggalkannya. Tetapi dirinya mengakuinya, membencinya, lagi mengadukannya kepada Allah. Setelah itu dia berdoa,

فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ اَلذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

“dan sampai-sampai ampunilah kami karena tidak yang akan mengampuni syirik selain Engkau.” Dari holistik lafaz sayyidul istighfar ini, yang sebagai permintaan ataupun pujian(Tuhan) merupakan pada lafaz فَاغْفِرْ لِي, meskipun bunyi sebelumnya bersama sesudahnya yaitu arsitektur tawasul agar doanya masin lidah. Dia bertawasul lagi nama Allah, bertawasul dan watak Allah, lagi bertawasul bersama kondisinya yg hina dan lembah pada hadapan Allah. Inilah keistimewaan permohoan sayyidul istighfar yg menghimpun jarak pengagungan Allah dan pengesahan hinanya oleh hamba. Sehingga apabila digabungkan jarak pengagungan dan peresmian hendak menghasilkan permohoan yg mustajab.