Success

Sayyidul Istighfar

Posted by ‘Istighfar’Posted on 2:50 PMwith No comments

Sesuai namanya, bulan Januari musim ini benar-betul sebagai bulan “hujan sehari-hari”. Hujan cepat berarti (maksud) tempo berjam-jam sudah mengguyur sebanyak berpengaruh domain area ini. Di ibukota Jakarta, hujan sudah menyebabkan banjir yang menenggelamkan banyak wilayah. Sarana transportasi lalu agenda bangsa meluap yg lumpuh total sang air besar bersama melimpah larutan yang bertahan selagi berhari-hari.

Beberapa jalur transportasi kendaraan cahaya, bis beserta angkot lumpuh lantaran banjir. Pasar tradisional, padepokan, sekolah lagi perkantoran tidak bisa melangsungkan aktivitasnya lantaran karena serupa. Beberapa orang dilaporkan mati terbelit air besar, sementara puluhan ribu golongan lainnya harus dievakuasi. Masyarakat Transportasi Nasional dalam Kamis (17/1/2013) memprediksi defisit dampak lumpuhnya program perdagangan di Jakarta mencapai dobel miliar rupiah per jam. Sebuah angka yg sungguh-sungguh tinggi.

Selain berusaha aporisma bagi memecahkan buntut lanjutan bermula bahaya air besar yg denyut ini melanda, tiada yg mampu kita lakukan kecuali menggandakan pujian(Tuhan) pada Allah Ta’ala. Kita wajibsenantiasa berdoa pada-Nya agar bahaya melimpah ini tak tambah parah. Semoga Allah menaruh ketabahan dan kesabaran kepada saya untuk melangsungkan murka alam ini.

Salah satu permintaan yg sepatutnya kita ada kalanya imla dalam kondisi sekon ini artinya pujian(Tuhan) berikut ini :

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ البَلاَءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ القَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ

“Ya Allah, awak berlindung pada-Mu sejak murka alam yang bukan berpengaruh aku tanggung, gara-gara-gara-gara datangnya kemusnahan, takdir yang membujuk efek asusila lalu keriangan rival bersama-sama penderitaanku.”
US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US
Doa ini asal dari sebuah hadits yg shahih berikut ini:   

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: «كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَعَوَّذُ مِنْ جَهْدِ البَلاَءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ القَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ»

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam berlindung (kepada Allah Ta’ala) bermula murka alam yg tidak kuat ditanggung, gara-gara-gara-gara datangnya kehancuran, suratan yang memengaruhi buah cabul lagi kegirangan rival.” (HR. Bukhari no. 6347 beserta Muslim no. 2707)

Syaikh Muhammad Fuad Abdul Baqi rahimahullah berisi disposisi kakinya atas Shahih Muslim memberikan arti atas faedah hadits di atas seumpama berikut:

جَهْدِ البَلاَءِ : Musibah alias kesukaran yang insan tak memperoleh menanggungnya dengan sira tak memperoleh menolaknya bermula dia diri.

دَرَكِ الشَّقَاءِ : Tertimpa penderitaan bersama kekurangan dan terjadinya sebab-sebab kemusnahan.

سُوءِ القَضَاءِ : Takdir yg telah ditetapkan Allah yang tidak disenangi sang manusia.

شَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ : Musuh girang dan derita yg menimpa kita alias lawan menanggung atas kegembiraan yang saya rasakan.

Sumber Ar Rahmah dot comKeutamaan Memperbanyak Istighfar

Posted by ‘Istighfar’Posted on 2:48 PMwith No comments

Salah satu jenis dzikir yang betul-betuldianjurkan bagi diperbanyak lalu dikerjakan secara teratur merupakan istighfar. Istighfar artinya ajak pembebasan kepada Allah bersama mengucapkan doa maupun dzikir yang memperlihatkan pengukuhan beserta kesalahan yg saya perbuat, dan harapan Allah mau memaafkan lalu memaafkan maksiat tersebut.

Keutamaan istighfar antara lain dijelaskan berbobot sebuah hadits berikut ini, oe

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هُمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ “

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sejahtera bersabda, “Barangsiapa yg selalu beristighfar niscaya Allah akan adopsi baginya keluasan dari seluruh kepahitan yang menderanya, teknik pergi pada, semua kesempitan yang dihadapinya lagi Allah memberinya rizki sejak arah yg tidak sira sangka-tanggap.” (HR. Abu Daud no. 1518, Ibnu Majah no. 3819, Al-Baihaqi berarti (maksud) As-Sunan Al-Kubra no. 6421 dan Ath-Thabarani batin (hati) Al-Mu’jam Al-Kubra no. 10665)

– Barangsiapa yg senantiasa beristighfar: Barangsiapa yang senantiasa beristighfar dalam semua syarat maupun memengaruhi ampunan Allah setiap batang air melangsungkan kemaksiatan ataupun menggagalkan bencana alam.

– pasti Allah mau memungut baginya kelapangan mulai segala kepahitan yg menderanya: Allah mau menghilangkan semua sedih dengan kegalauan yg mengurangkan jiwanya, lagi menggantikannya dengan kelapangan dada dengan keguyuban.

– metode pergi dari seluruh kekecilan yg dihadapinya: Allah mau memberikan penanggulangan lagi cara keluar dan semua kekecilan dan problematika aktivitas yang sedangkan sira alami.

– lalu Allah memberinya rizki sejak tempat yang tidak beliau sangka-rasa:  Allah memberinya rizki beserta jalan yang tidak pernah beliau tebak bersama pikirkan sebelumnya. (Syamsul Haq ‘Azhim Abadi, ‘Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud, 4/267)

Para ulama mendeklarasikan maka sanad hadits di bersama-sama cengeng karena kepincangan seorang perawi bernama Hakam bin Mush’ab. Meski serupa itu faedah hadits di bersama merupakan akurat dan dikuatkan sang bab-ayat Al-Qur’an bersama membludak hadits shahih.

Imam Mulla Ali Al-Qari Al-Harawi (meninggal musim 1014 H) mendeklarasikan bahwa hadits di beserta bersumber mulai firman Allah Ta’ala:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (tiga)

“Dan barangsiapa yg bertakwa kepada Allah pasti Allah bakal menjadikannya untuknya kiat berhenti lalu Allah bakal memberinya rizki bermula tempat yg tidak disangka-anggap. Dan barangsiapa berserah perseorangan pada Allahs emata niscaya Allah mau mencukupinya. Sesungguhnya Allah melaksanakan keinginan-Nya. Dan Allah sudah pernah tetapkan kadar dan segala sesuatu.” (QS. Ath-Thalaq [65]: dua-3) 

Makna hadits pada bersama pula ditegaskan sang firman Allah lewat ekspresi nabi Hud ‘alaihis damai:

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ

“Wahai kaumku, mintalah ampunan Rabb kalian sehingga bertaubatlah kalian kepada-Nya, niscaya Dia mengangkut berawal langit hujan yang cepat kepada kalian lalu melibatkan kemampuan atas kuasa kalian, lalu janganlah kalian beralih bersama menjadi orang-badan yg meluap beraksi kesalahan.” (QS. Hud [11]: 52)

Juga firman Allah melalui ekspresi nabi Nuh ‘alaihis sakinah:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)

Maka aku katakan kepada kaumku: “Mintalah ampunan Rabb kalian lantaran sebenarnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia hendak antar bermula angkasa hujan yang deras kepada kalian, mengaruniakan pada kalian limpahan koin lagi kanak-kanak-bocah, mengangkat bagi kalian kebun-kebun danmenjadikan untuk kalian sungai-batang air.” (QS. Nuh [71]: 10-12)

Salah satu bukti hamba-hamba Allah yg shalih dengan petik surgaialah meluap beristighfar, terlebih dalam sepertiga malam yg mutakhir, begitu juga dijelaskan berbobot fail Ali Imran [3]: 17 lagi Adz-Dzariyat [51]: 18. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa rukun diri telah member tauladan kepada umatnya lagi beristighfar setidaknya sejumlah 70 bengawan berbobot sehari kemarin dulu. Maka sudah pernah selayaknya bagi kita bagi mengambil istighfar selaku jurusan utama batin (hati) beralamat kita sehari-hari. Wallahu a’lam bish-shawab.

– See more at: http://www.arrahmah.com/read/2013/02/01/26428-bijak-menggandakan-istighfar.htmlTaubat lalu Istighfar

Posted by ‘Istighfar’Posted on 1:03 PMwith No comments